Eksplorasi Batu Runcing Aie Batumbuek: Kolaborasi Nagari dan Mahasiswa KKN Unand

1768446817136.jpeg

Aia Batumbuak, 15 Januari 2026 - Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas melakukan kunjungan ke Batu Runcing Aie Batumbuek. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 4/01/2026 di Nagari Aie Batumbuak, Kecamtan Gunung Talang, Sumatera Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan untuk mengenal potensi lokal, melakukan dokumentasi, serta mendukung promosi destinasi wisata nagari melalui berbagai media informasi. Kehadiran mahasiswa KKN turut membantu meningkatkan eksposur Batu Runcing kepada masyarakat luas.

Nagari Aie Batumbuek terus mengembangkan potensi pariwisata berbasis alam sebagai salah satu sektor unggulan nagari bersama dengan mahasiswa KKN. Salah satu objek wisata yang mulai dikenal masyarakat adalah Batu Runcing, sebuah spot wisata alam dengan karakteristik formasi batu yang unik dan pemandangan perbukitan yang asri. Keberadaan objek wisata ini menjadi bagian dari upaya nagari dalam memperkuat identitas sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya.

Objek wisata Batu Runcing memiliki daya tarik utama berupa batu-batu besar yang menjulang dengan bentuk runcing alami, menciptakan panorama yang khas dan berbeda dari lokasi wisata lainnya. Keunikan formasi batu tersebut berpadu dengan hamparan vegetasi hijau dan udara pegunungan yang sejuk, sehingga memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan menenangkan bagi pengunjung. Lokasi ini juga kerap dimanfaatkan sebagai spot fotografi alam dan aktivitas jelajah ringan.

Batu Runcing merupakan bagian dari kawasan pengembangan Desa Wisata Aie Batumbuek yang memiliki beragam potensi lain seperti air terjun, kawasan perkebunan, serta jalur pendakian Gunung Talang. Keberagaman atraksi ini memungkinkan wisatawan untuk menikmati lebih dari satu destinasi dalam satu kunjungan, sehingga meningkatkan nilai kunjungan dan daya tarik nagari sebagai tujuan wisata terpadu.

Kunjungan mahasiswa KKN UNAND tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Melalui kegiatan observasi lapangan, mahasiswa turut memberikan masukan terkait kebersihan lingkungan, aksesibilitas, serta potensi pengemasan wisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pengelola nagari dan kelompok sadar wisata.

Selain menawarkan keindahan alam, pengembangan wisata Batu Runcing juga melibatkan peran aktif masyarakat setempat. Warga turut berpartisipasi dalam penyediaan fasilitas sederhana, pengelolaan kebersihan lokasi, serta pelayanan kepada pengunjung. Partisipasi masyarakat ini menjadi modal penting dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga nagari.

Keberadaan objek wisata ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha mikro masyarakat, seperti warung kuliner, jasa pemandu lokal, serta penjualan produk khas nagari. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, peluang peningkatan pendapatan masyarakat pun semakin terbuka, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal berbasis potensi alam.

Nagari Aie Batumbuek berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan promosi terhadap objek wisata Batu Runcing agar dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah nagari, serta pihak akademisi seperti mahasiswa KKN, diharapkan Batu Runcing dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang tetap menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai lokal.

Bagikan post ini: